Tips Masak

Tips Membuat Gorengan Renyah dan Tidak Terlalu Berminyak

Ditulis oleh : Bu Purnagia

Tips Membuat Gorengan Renyah dan Tidak Terlalu Berminyak

Gorengan yang berminyak bukan hanya soal rasa yang kurang enak, tapi juga soal asupan lemak yang jauh lebih tinggi dari yang seharusnya. Ketika minyak menyerap terlalu banyak ke dalam gorengan, setiap gigitan membawa lebih banyak kalori dari minyak dibanding dari bahan makanannya sendiri.

Kabar baiknya, seberapa banyak minyak yang diserap gorengan sangat bisa dikendalikan. Penyerapan minyak yang berlebihan hampir selalu disebabkan oleh satu atau beberapa kesalahan teknis yang bisa diperbaiki: suhu minyak yang tidak tepat, cara menggoreng yang salah, atau cara meniriskan yang tidak efektif.

Berikut tujuh tips yang fokus pada cara mengurangi kandungan minyak pada gorengan tanpa harus mengorbankan kerenyahannya.

1. Pastikan Minyak Sudah Benar-benar Panas Sebelum Menggoreng

Ini adalah faktor paling berpengaruh pada seberapa banyak minyak yang diserap gorengan. Ketika bahan makanan dimasukkan ke dalam minyak yang belum cukup panas, lapisan luar bahan tidak langsung membentuk kerak yang kedap. Akibatnya, minyak masuk meresap ke dalam bahan sebelum ada lapisan pelindung yang terbentuk.

Minyak yang sudah cukup panas sekitar 170 sampai 180 derajat Celsius justru mengurangi penyerapan minyak karena lapisan luar bahan langsung mengeras dan menutup dalam hitungan detik, mencegah minyak masuk lebih dalam. Cara mengetes tanpa termometer: masukkan ujung sumpit kayu ke dalam minyak. Jika langsung muncul gelembung aktif kecil-kecil, minyak sudah siap.

2. Keringkan Bahan Makanan Sebelum Digoreng

Kelembaban pada permukaan bahan makanan adalah penyebab utama dua masalah sekaligus: percikan minyak yang berbahaya dan penyerapan minyak yang berlebihan. Ketika air bertemu minyak panas, air menguap secara eksplosif dan menciptakan percikan. Lebih dari itu, uap air yang terbentuk mencegah lapisan luar bahan membentuk kerak yang proper.

Tepuk-tepuk semua permukaan bahan dengan tisu dapur sebelum digoreng atau sebelum dicelupkan ke adonan. Untuk bahan yang baru keluar dari kulkas, diamkan dulu di suhu ruang 10 sampai 15 menit agar tidak terlalu dingin dan lembab kondensasi dari suhu ruang.

3. Jangan Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus

Memasukkan terlalu banyak bahan ke dalam wajan sekaligus menurunkan suhu minyak secara drastis. Ketika suhu minyak turun, bahan makanan berada dalam kondisi suhu 'tanggung' di mana minyak tidak cukup panas untuk membentuk kerak tapi sudah cukup panas untuk meresap ke dalam bahan. Inilah yang menyebabkan gorengan berminyak dan lembek.

Batasi jumlah bahan yang digoreng sekaligus agar suhu minyak tidak turun lebih dari 10 sampai 15 derajat dari suhu awal. Sebagai panduan praktis, jangan mengisi wajan lebih dari sepertiga kapasitasnya dengan bahan makanan. Beri jeda satu sampai dua menit antara setiap batch agar minyak kembali ke suhu optimal.

4. Balik Gorengan Sesedikit Mungkin

Membalik gorengan terlalu sering mengganggu proses pembentukan kerak pada permukaan bahan. Setiap kali gorengan dibalik sebelum keraknya terbentuk sempurna, permukaan yang terbuka kembali bersentuhan dengan minyak dalam kondisi yang belum terlindungi, sehingga minyak kembali bisa meresap masuk.

Biarkan gorengan diam di satu sisi tanpa disentuh selama beberapa menit hingga kerak terbentuk sempurna. Gorengan yang sudah siap dibalik akan terlepas sendiri dari wajan dengan mudah. Kalau masih lengket atau susah diangkat, berarti belum waktunya dibalik dan perlu ditunggu 1 sampai 2 menit lagi.

5. Tiriskan di Rak Kawat, Bukan di Tisu

Cara meniriskan gorengan setelah matang berpengaruh besar pada berapa banyak minyak yang akhirnya tersisa. Meletakkan gorengan di atas tisu atau kertas hanya menyerap minyak dari bagian bawah saja, sementara bagian atas dan samping tetap berminyak. Lebih dari itu, uap panas yang terperangkap di bawah gorengan membuat bagian bawah cepat lembek.

Rak kawat dengan kaki yang mengangkat gorengan dari permukaan memungkinkan sirkulasi udara dari semua sisi sekaligus. Minyak menetes dari semua arah, uap keluar secara merata, dan gorengan tetap lebih kering dan crispy lebih lama. Letakkan tisu di bawah rak untuk menangkap tetesan minyak agar tidak mengotori meja.

6. Goreng pada Suhu yang Tepat, Bukan Terlalu Tinggi

Ada kesalahpahaman umum bahwa menggoreng di suhu lebih tinggi selalu menghasilkan gorengan yang lebih tidak berminyak. Faktanya, suhu yang terlalu tinggi membuat bagian luar gosong sebelum bagian dalam matang, mendorong lebih banyak kelembaban keluar, dan paradoksnya bisa membuat gorengan justru berminyak karena lapisan luar yang rusak tidak lagi bisa mencegah minyak masuk.

Suhu optimal untuk sebagian besar gorengan adalah 170 sampai 180 derajat Celsius. Pada suhu ini, kerak terbentuk cepat dan merata, bagian dalam sempat matang dengan baik, dan minyak yang diserap minimal. Untuk bahan yang lebih tebal atau padat, sedikit lebih rendah di sekitar 160 derajat agar bagian dalam sempat matang sebelum luar gosong.

7. Gunakan Minyak Goreng Berkualitas yang Stabil Saat Dipanaskan

Minyak goreng yang kualitasnya kurang baik atau sudah terlalu banyak kali cenderung lebih mudah diserap oleh bahan makanan.

Minyak goreng yang diproses dengan baik dan stabil saat dipanaskan berulang kali mempertahankan karakteristik fisiknya lebih konsisten, sehingga penyerapan ke dalam gorengan lebih terkontrol. Selain itu, saring minyak setelah setiap pemakaian untuk membuang partikel-partikel sisa yang mempercepat degradasi minyak.

FAQ Seputar Gorengan Tidak Berminyak

Apakah air soda bisa mengurangi kandungan minyak pada gorengan?

Ya, ada dasar ilmiahnya. Air berkarbonasi (air soda) mengandung gas karbon dioksida yang terlarut. Saat adonan yang menggunakan air soda terkena minyak panas, gas CO2 yang terlepas menciptakan gelembung-gelembung kecil yang membuat coating lebih ringan dan berpori. Coating yang lebih ringan cenderung menyerap minyak lebih sedikit. Ini adalah teknik yang umum digunakan dalam pembuatan tempura dan beberapa jenis gorengan Jepang.

Apakah menggoreng dengan air fryer menghasilkan gorengan yang tidak berminyak?

Air fryer menggunakan sirkulasi udara panas yang sangat cepat, bukan minyak, sehingga kandungan minyaknya jauh lebih rendah dari deep frying konvensional. Hasilnya memang lebih rendah lemak, tapi teksturnya bisa berbeda dari deep frying: biasanya lebih kering dan kurang crispy pada beberapa jenis makanan. Untuk makanan tertentu seperti kentang goreng atau ayam nugget, air fryer menghasilkan hasil yang sangat baik dengan kandungan minyak yang jauh lebih sedikit.

Bisakah gorengan yang sudah berminyak dikurangi kandungan minyaknya?

Setelah digoreng, kandungan minyak tidak bisa dikurangi secara signifikan. Yang bisa dilakukan adalah meminimalkan minyak tambahan yang terserap setelah digoreng dengan meniriskan di rak kawat dan tidak menyimpan di atas tisu terlalu lama. Memanaskan ulang di oven atau air fryer pada suhu tinggi selama beberapa menit bisa mengeluarkan sedikit minyak dari gorengan yang sudah berminyak, tapi hasilnya tidak drastis.

Berapa kali minyak goreng bisa dipakai agar gorengannya tidak berminyak?

Secara umum, minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali menghasilkan gorengan yang lebih berminyak karena kualitas dan karakteristik fisiknya sudah berubah. Untuk hasil yang paling optimal, gunakan minyak yang kondisinya masih baik, jernih, tidak berbau tengik, dan selalu disaring setelah setiap pemakaian. Sebagai panduan, minyak yang dipakai lebih dari 4 kali atau sudah berubah warna gelap sebaiknya diganti.

Gorengan Lebih Sehat Dimulai dari Teknik yang Benar

Mengurangi kandungan minyak pada gorengan tidak harus dengan berhenti menggoreng. Dengan kombinasi suhu yang tepat, teknik menggoreng yang benar, dan cara meniriskan yang efektif, gorengan bisa jauh lebih tidak berminyak dari yang biasanya.

Untuk hasil masakan yang selalu istimewa, pastikan menggunakan Minyak Goreng Bimoli Klasik, minyak yang mudah dipanaskan namun suhu tetap stabil dan tidak cepat gosong.

Dengan minyak yang tidak cepat gosong, Moms bisa menggoreng dan menumis masakan tanpa khawatir dan hasil masakannya menjadi lebih istimewa!