Ternyata Mudah, Ini 8 Resep Gorengan Renyah Untuk Dijual
Cara membuat gorengan renyah yang hasilnya tahan lama dan tidak cepat lembek adalah pertanyaan yang hampir semua orang pernah cari jawabannya. Banyak yang sudah mencoba berbagai resep tapi hasilnya tetap saja lembek setelah beberapa menit, atau renyah di awal tapi cepat berubah setelah didinginkan.
Kerenyahan gorengan yang tahan lama bukan hanya soal jenis tepung yang digunakan. Ada beberapa faktor teknis yang bekerja bersamaan: komposisi adonan, kondisi bahan sebelum digoreng, suhu minyak, cara menggoreng, dan cara meniriskan setelah matang.
Berikut tujuh cara membuat gorengan renyah yang hasilnya konsisten dan tahan lebih lama.
1. Gunakan Campuran Tepung yang Tepat
Pilihan tepung adalah faktor paling berpengaruh pada kerenyahan gorengan. Tepung terigu protein tinggi menghasilkan gluten yang membuat coating lebih kenyal dan cepat melembek. Untuk gorengan yang crispy, campurkan tepung terigu protein rendah dengan tepung beras atau tepung maizena.
Kombinasi yang paling terbukti menghasilkan coating crispy tahan lama adalah perbandingan 2:1 antara tepung terigu dan tepung beras. Tepung beras tidak mengandung gluten sehingga menghasilkan lapisan yang lebih ringan dan lebih crispy. Menambahkan 1 sendok makan maizena per 100 gram tepung juga membantu membuat lapisan lebih garing. Untuk gorengan yang sangat crispy seperti ayam goreng tepung, tambahkan sedikit tepung sagu ke campuran.
2. Tambahkan Baking Powder ke Adonan
Baking powder menghasilkan gelembung-gelembung kecil gas karbon dioksida saat adonan terkena panas minyak. Gelembung ini membuat lapisan coating menjadi lebih ringan, berpori, dan crispy karena ada ruang udara di dalam coating yang membuatnya tidak padat.
Jumlah yang dibutuhkan tidak banyak, sekitar setengah sendok teh baking powder untuk setiap 200 gram tepung sudah cukup. Terlalu banyak baking powder membuat adonan terlalu mengembang dan coating menjadi tebal serta berminyak. Baking powder double acting lebih efektif dari baking powder biasa karena melepaskan gas dua kali, satu saat dicampur air dan satu lagi saat terkena panas.
3. Keringkan Bahan Sebelum Dilapisi Adonan
Permukaan bahan makanan yang lembab atau basah adalah musuh utama coating yang crispy. Kelembaban pada permukaan bahan menyebabkan adonan tidak menempel dengan baik, membuat coating mudah terkelupas saat digoreng, dan menghasilkan gorengan yang lebih berminyak karena uap air yang terperangkap membuat coating basah dari dalam.
Keringkan daging, ayam, atau sayuran dengan tisu dapur sebelum dilapisi adonan. Untuk bahan yang baru keluar dari kulkas, diamkan dulu di suhu ruang sekitar 10 sampai 15 menit agar tidak terlalu dingin. Bahan yang sangat dingin juga menurunkan suhu minyak secara signifikan saat dimasukkan.
4. Pastikan Suhu Minyak Sudah Cukup Panas
Suhu minyak adalah faktor paling kritis dalam menghasilkan gorengan yang crispy. Minyak yang kurang panas membuat bahan makanan menyerap minyak lebih banyak sebelum coating sempat membentuk kerak yang kedap. Hasilnya adalah gorengan yang berminyak dan tidak crispy.
Suhu ideal untuk menggoreng sebagian besar gorengan adalah antara 170 sampai 180 derajat Celsius. Tanpa termometer, cara mudah mengetes suhu adalah mencelupkan ujung sumpit kayu ke dalam minyak. Jika langsung muncul gelembung-gelembung kecil yang aktif di sekitar sumpit, minyak sudah siap. Kalau tidak ada gelembung sama sekali, minyak masih kurang panas. Kalau gelembungnya sangat besar dan agresif, minyak sudah terlalu panas.
5. Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Sekaligus
Memasukkan terlalu banyak bahan sekaligus ke dalam wajan menurunkan suhu minyak secara drastis. Ketika suhu minyak turun, bahan makanan mulai mengukus di dalam minyak daripada benar-benar digoreng. Hasilnya adalah gorengan yang berminyak, coating yang lembek, dan warna yang tidak merata.
Sebagai panduan, jangan mengisi wajan lebih dari sepertiga kapasitasnya dengan bahan makanan. Goreng dalam beberapa batch lebih kecil dan beri jeda sebentar di antara batch agar suhu minyak kembali naik. Bagi yang sering menggoreng dalam jumlah besar, memiliki minyak yang stabil saat dipanaskan berulang kali sangat membantu menjaga konsistensi hasilnya.
6. Goreng Dua Kali untuk Kerenyahan Maksimal
Teknik double frying atau menggoreng dua kali adalah cara yang paling efektif untuk menghasilkan gorengan yang sangat crispy dan tahan lebih lama. Teknik ini banyak digunakan untuk ayam goreng tepung, kentang goreng, dan berbagai gorengan yang ingin hasilnya sangat renyah.
Caranya: goreng pertama pada suhu sedang, sekitar 160 derajat Celsius, sampai bahan matang tapi warnanya masih pucat. Angkat dan tiriskan, lalu diamkan beberapa menit. Goreng kedua pada suhu lebih tinggi, sekitar 180 sampai 190 derajat Celsius, selama 1 sampai 2 menit sampai coating berwarna golden brown dan sangat crispy. Penggorengan pertama memasak bahan dari dalam, penggorengan kedua menciptakan lapisan luar yang sangat crispy dan mengeluarkan sisa minyak dari coating.
7. Tiriskan dengan Benar Setelah Menggoreng
Cara meniriskan gorengan setelah matang berpengaruh signifikan pada berapa lama gorengan tetap crispy. Meletakkan gorengan langsung di atas tisu dapur memang menyerap minyak di bagian bawah, tapi uap panas yang terperangkap di bawah gorengan membuat bagian bawah cepat lembek.
Cara terbaik adalah meletakkan gorengan di rak kawat dengan sirkulasi udara dari semua sisi. Jika tidak punya rak kawat, letakkan gorengan secara miring atau berdiri untuk sementara agar minyak bisa menetes dan uap tidak terperangkap. Jangan menumpuk gorengan saat masih panas karena uap dari gorengan bawah akan membuat yang di atasnya lembek.
FAQ Seputar Cara Membuat Gorengan Renyah
Kenapa gorengan saya crispy saat panas tapi langsung lembek setelah dingin?
Ini terjadi karena uap air dari dalam bahan makanan terus keluar setelah gorengan diangkat dari minyak. Uap ini terperangkap di dalam atau di bawah coating, membuat coating basah dari dalam. Solusinya: tiriskan di rak kawat, bukan di piring atau tisu. Selain itu, kandungan air yang terlalu tinggi dalam bahan atau dalam adonan juga mempercepat proses ini.
Apakah air es dalam adonan benar-benar mempengaruhi kerenyahan?
Ya, secara signifikan. Air es memperlambat pembentukan gluten dalam adonan (gluten terbentuk lebih lambat di suhu dingin) sehingga coating menjadi lebih ringan dan crispy. Selain itu, perbedaan suhu yang besar antara adonan dingin dan minyak panas menghasilkan reaksi yang lebih cepat dan menghasilkan lapisan coating yang lebih garing.
Berapa lama gorengan bisa tetap crispy setelah digoreng?
Gorengan dengan coating yang baik bisa tetap crispy sekitar 15 sampai 30 menit jika ditiriskan dengan benar di rak kawat dan tidak ditutup. Setelah itu, uap dari dalam bahan secara alami akan mulai melembapkan coating. Untuk memperpanjang kerenyahan, simpan di tempat yang hangat dan kering dengan sirkulasi udara, jangan ditutup rapat.
Apakah bisa membuat gorengan renyah dengan sedikit minyak?
Bisa, tapi hasilnya berbeda dari deep frying. Menggoreng dengan sedikit minyak (pan frying atau shallow frying) menghasilkan gorengan yang crispy di permukaan yang terkena minyak tapi lebih pucat di bagian yang tidak terendam. Untuk pan frying, membalik gorengan lebih sering dan menyiram bagian atas dengan minyak panas (basting) membantu mendapatkan warna yang lebih merata.
Konsistensi adalah Kuncinya
Gorengan yang selalu renyah dan konsisten tidak bisa dicapai hanya dengan satu trik, tapi dari kombinasi teknik yang tepat dijalankan secara konsisten: adonan yang benar, bahan yang kering, suhu minyak yang tepat, porsi yang tidak berlebihan, dan cara meniriskan yang benar.
Untuk hasil masakan yang selalu istimewa, pastikan menggunakan Minyak Goreng Bimoli Klasik, minyak yang mudah dipanaskan namun suhu tetap stabil dan tidak cepat gosong.
Dengan minyak yang tidak cepat gosong, Moms bisa menggoreng dan menumis masakan tanpa khawatir dan hasil masakannya menjadi lebih istimewa!





