Tips Dapur

6 Jenis Penyaring Minyak Goreng dan Tips Memilihnya

Ditulis oleh : Bu Molly

6 Jenis Penyaring Minyak Goreng dan Tips Memilihnya

Memilih penyaring minyak goreng yang tepat ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak Moms yang masih pakai serok biasa atau tidak menyaring minyak sama sekali, padahal minyak yang kotor bisa mempercepat kerusakan, membuat gorengan berikutnya cepat gosong, dan menghasilkan rasa pahit yang mengganggu.

Ada banyak pilihan alat penyaring minyak goreng di pasaran, dari yang harganya sangat terjangkau sampai yang lebih modern dengan sistem filter bawaan. Masing-masing punya kelebihan tersendiri tergantung kebutuhan dapur.

Kenali dulu jenis-jenisnya sebelum beli, supaya tidak salah pilih.

1. Saringan Kawat Halus (Fine Mesh Strainer)

Ini jenis penyaring yang paling banyak dipakai di dapur rumahan Indonesia. Bentuknya seperti mangkuk kecil dengan anyaman kawat rapat, dilengkapi gagang panjang dari besi atau kayu agar nyaman dipakai di atas wajan yang masih panas.

Saringan kawat halus efektif menangkap serpihan kecil seperti remahan tepung, butiran panir, atau sisa bumbu yang tertinggal setelah menggoreng ayam, bakso, atau nugget. Ukurannya pun beragam, dari yang mungil untuk menggoreng tahu dan tempe sampai yang berdiameter besar untuk keperluan memasak dalam porsi lebih banyak.

Cara pakainya mudah: tuang minyak panas perlahan melewati saringan ke dalam wadah bersih, dan kotoran akan tertahan di kawat. Satu catatan, pilih yang berbahan stainless steel food grade supaya tidak mudah berkarat dan aman bersentuhan langsung dengan minyak panas.

2. Serok atau Sendok Berlubang

Serok sudah jadi alat wajib di hampir setiap dapur Indonesia. Meski bukan penyaring dalam arti sebenarnya, fungsinya cukup penting untuk menjaga minyak tetap bersih selama proses memasak berlangsung.

Caranya, gunakan serok untuk mengangkat remahan tepung atau sisa panir yang mengambang di permukaan minyak sebelum sempat terbakar. Kalau kotoran itu dibiarkan, sisa hitamnya akan mencemari minyak dan membuat warna gorengan berikutnya lebih gelap serta rasanya pahit.

Serok paling tepat dipakai saat sedang memasak, bukan untuk menyaring minyak bekas. Lubangnya terlalu besar untuk menahan kotoran halus. Tersedia dalam bahan stainless steel maupun aluminium dengan harga yang sangat terjangkau.

3. Penyaring Kertas atau Kain Katun

Kalau Moms ingin minyak bekas yang benar-benar jernih sampai ke partikel terkecil, metode saring menggunakan kertas atau kain katun bisa jadi pilihan. Cara kerjanya mirip filter kopi: minyak dituang perlahan dan kotoran tersaring sangat teliti karena pori-pori bahannya yang rapat.

Kelebihan utamanya, hasilnya bisa sangat jernih sehingga minyak lebih layak disimpan untuk dipakai kembali. Beberapa jenis kain seperti muslin atau kain katun tebal cukup efektif dan bisa dicuci ulang, jadi lebih hemat dibanding kertas sekali pakai.

Kekurangannya cukup terasa: proses ini memakan waktu lumayan lama karena minyak perlu merembes perlahan melewati pori-pori bahan. Pastikan juga minyak sudah agak mendingin sebelum disaring dengan kertas supaya tidak sobek terkena panas berlebih.

4. Oil Keeper dengan Saringan Bawaan

Oil keeper adalah solusi yang lebih praktis dan modern. Bentuknya seperti teko atau toples dengan saringan yang sudah terintegrasi di bagian atas, jadi minyak tinggal dituang langsung dan saringan bekerja otomatis tanpa langkah tambahan.

Yang membuat oil keeper berbeda dari saringan biasa adalah fungsinya yang ganda: menyaring sekaligus menyimpan minyak dalam satu wadah. Desainnya tertutup rapat sehingga minyak terlindung dari debu dan paparan udara yang bisa mempercepat oksidasi. Beberapa model bahkan dilengkapi tutup yang bisa dikunci.

Tersedia dalam berbagai bahan, mulai dari stainless steel hingga kaca tahan panas. Kalau Moms sering menggoreng dan butuh alat yang simpel tanpa banyak langkah ekstra, oil keeper adalah investasi dapur yang cukup worth it meski harganya sedikit lebih tinggi dari saringan biasa.

5. Penyaring Berlapis Ganda (Double Filter)

Untuk kebutuhan yang lebih serius, penyaring berlapis ganda hadir dengan dua tingkat saringan sekaligus. Lapisan pertama menahan kotoran kasar seperti potongan bumbu atau kulit ayam yang rontok, sementara lapisan kedua dengan anyaman lebih rapat menangkap kotoran halus yang lolos dari lapisan pertama.

Jenis ini sangat cocok bagi Moms yang sering menggoreng makanan berlapis tepung tebal seperti ayam goreng tepung, risoles, atau kroket. Kotoran dari proses menggoreng makanan semacam ini cukup banyak dan bervariasi ukurannya, sehingga saringan satu lapis saja sering tidak cukup efektif.

Dari segi harga memang lebih mahal dari saringan kawat biasa. Tapi kalau Moms rutin memasak dalam porsi besar untuk keluarga, alat ini bisa menghemat pemakaian minyak secara signifikan karena minyak bisa bertahan lebih lama dalam kondisi bersih.

6. Corong Saring dengan Kain (DIY Filter)

Tidak harus beli alat khusus. Moms bisa membuat penyaring minyak sendiri dari corong dapur biasa yang dilapisi kain saring atau kain katun bersih. Letakkan corong di atas botol atau wadah bermulut lebar, pasang kain di dalam corong, lalu tuangkan minyak perlahan.

Kelebihannya jelas: fleksibel dan hemat biaya. Ukuran saringan bisa disesuaikan sendiri sesuai volume minyak yang akan disaring. Bisa pakai kain muslin, bahan flanel tipis, atau saringan teh yang diperbesar.

Proses ini memang agak lebih lambat dan butuh sedikit persiapan ekstra, tapi hasilnya tidak kalah bersih dari saringan kertas komersial. Cocok sebagai solusi darurat atau bagi yang belum ingin investasi alat penyaring khusus.

Perbandingan 6 Jenis Penyaring Minyak Goreng

Supaya Moms lebih mudah membandingkan dan menentukan pilihan, berikut ringkasan keunggulan dan kekurangan dari keenam jenis penyaring di atas:

Jenis Penyaring Keunggulan Kekurangan Cocok Untuk
Saringan Kawat Halus Mudah didapat, murah, efektif untuk kotoran halus Harus dibilas rutin agar kawat tidak mampet Gorengan tepung, nugget, bakso goreng
Serok / Sendok Berlubang Praktis dipakai saat proses menggoreng berlangsung Lubang besar, tidak bisa saring kotoran halus Pembersihan cepat selama memasak
Penyaring Kertas/Kain Hasil sangat jernih, bisa hingga partikel terkecil Lambat, kertas tidak tahan minyak terlalu panas Menyimpan minyak bekas agar lebih awet
Oil Keeper Dua fungsi sekaligus: saring dan simpan, tertutup rapat Harga lebih mahal, kapasitas terbatas Dapur yang butuh kepraktisan sehari-hari
Double Filter Dua lapis saringan, hasil lebih bersih Lebih mahal, butuh waktu lebih lama Masak porsi besar dengan lapisan tepung tebal
Corong + Kain Saring Mudah dibuat sendiri, bisa disesuaikan ukurannya Perlu dirakit sendiri, agak repot Yang ingin solusi hemat dan fleksibel

Tips Memilih Penyaring Minyak Goreng yang Tepat

Sudah tahu jenis-jenisnya? Pertimbangkan beberapa hal ini sebelum memutuskan untuk beli:

Sesuaikan dengan Frekuensi Memasak

Kalau Moms menggoreng hampir setiap hari untuk keluarga besar, oil keeper atau double filter lebih worth it meski harganya lebih tinggi. Tapi kalau hanya sesekali saja, saringan kawat halus biasa sudah lebih dari cukup.

Pilih Bahan Stainless Steel Food Grade

Hindari penyaring berbahan aluminium murni atau plastik untuk kontak langsung dengan minyak panas. Stainless steel food grade jauh lebih aman, tahan karat, dan tidak bereaksi dengan minyak pada suhu tinggi.

Perhatikan Ukuran dan Kapasitas

Penyaring yang terlalu kecil memperlambat proses dan berisiko tumpah. Sesuaikan diameter atau kapasitas dengan volume minyak yang biasa digunakan sekali masak. Untuk wajan ukuran standar rumahan, diameter saringan 15 sampai 20 cm sudah cukup.

Cek Kenyamanan Pegangan

Pegangan yang terlalu pendek atau tidak berinsulasi panas bisa membahayakan. Pilih yang pegangannya cukup panjang dan materialnya tidak menyalurkan panas dengan cepat, terutama kalau Moms langsung menyaring minyak setelah selesai menggoreng.

Kemudahan Membersihkan

Saringan dengan anyaman kawat yang sangat rapat memang efektif, tapi bisa susah dibersihkan kalau kotoran minyak sudah mengeras. Pilih yang bisa dicuci dengan sikat kecil atau direndam di air panas dengan sabun cuci piring. Hindari yang bagian dalamnya sulit diakses.

FAQ Seputar Penyaring Minyak Goreng

Berapa kali minyak goreng bisa disaring dan dipakai ulang?

Secara umum, minyak goreng yang disaring dengan baik bisa dipakai 3 sampai 4 kali untuk menggoreng. Tapi ini sangat bergantung pada jenis makanan yang digoreng, suhu penggorengan, and kualitas minyak yang digunakan sejak awal. Minyak goreng berkualitas baik cenderung lebih stabil dan tidak cepat rusak meski dipakai beberapa kali.

Apakah minyak bekas yang sudah disaring aman untuk dipakai lagi?

Aman, selama warna minyak belum terlalu gelap, tidak berbau tengik, dan tidak berbusa berlebihan saat dipanaskan. Ketiga tanda itu menunjukkan minyak sudah rusak dan sebaiknya tidak dipakai lagi meski sudah disaring. Penyaringan hanya membuang kotoran fisik, bukan memperbaiki kualitas kimia minyak yang sudah rusak.

Lebih baik menyaring minyak saat masih panas atau setelah dingin?

Menyaring minyak saat masih hangat, bukan mendidih, biasanya lebih efektif karena minyak lebih encer sehingga lebih mudah melewati saringan. Untuk saringan kawat stainless steel, minyak hangat lebih disarankan. Kalau menggunakan penyaring kertas atau kain, tunggu hingga minyak agak mendingin agar bahannya tidak rusak terkena panas.

Apakah ada penyaring minyak goreng yang cocok untuk deep frying?

Ya. Oil keeper dengan kapasitas besar dan saringan bawaan cocok untuk kebutuhan deep frying di rumah. Pilih yang kapasitasnya minimal 1 liter dan berbahan stainless steel tebal agar tahan terhadap volume minyak yang lebih banyak dan suhu yang lebih tinggi.

Rawat Minyak Goreng, Jaga Kualitas Masakan

Penyaring minyak goreng yang tepat bisa membantu memperpanjang usia pakai minyak dan menjaga kualitas gorengan Moms tetap konsisten. Tapi semua itu tetap bergantung pada kualitas minyak yang digunakan sejak awal.

Untuk hasil gorengan yang lebih sempurna, gunakan Minyak Goreng Bimoli Klasik yang dibuat dari bibit biji kelapa sawit pilihan Tenera dan disempurnakan dengan Pemurnian Multi Proses (PMP). Minyaknya mudah dipanaskan, suhu tetap stabil, dan tidak cepat gosong sehingga minyak bisa dipakai lebih lama dan hasil masakan tetap istimewa dari gorengan pertama hingga terakhir.

With kombinasi minyak berkualitas dan alat penyaring yang tepat, Moms tidak perlu sering-sering ganti minyak dan masakan pun tetap lezat.